Monday, 4 February 2013

Jalur Mati KA: Tracking Tulungagung-Trenggalek Part 1

Alhamdulillah, angan-angan treking jalur mati sudah tercapai. Apalagi jalur mati itu ada di daerah sendiri, tak jauh lah dari rumah. Berbekal nekat dari niat yang udah bulat, berangkatlah saya treking jalur Tulungagung-Trenggalek-Tugu.
Awal Mula Percabangan ke Trenggalek
Sebelumnya mau ajak teman, tapi akhirnya berangkat juga sendirian dengan pertimbangan bila mengajak banyak temen nanti diperjalanan disangka ada apa-apa oleh warga sekitar. Untunglah tak turun hujan, meski mendung membayang-bayang.

Thursday, 29 November 2012

Wednesday, 25 July 2012

CC 202

CC20245 ketika akan dikirimkan dari pabrik General Motor
di Kanada ke pelabuhan untuk dikapalkan ke Indonesia


CC202 merupakan generasi lokomotif 2 tak terberat yang dimiliki oleh PT KAI setelah CC200. Sekilas dari kejauhan lokomotif ini mirip dengan lokomotif dengan CC201, namun di lokomotif ini terdapat bagian atap mirip topi di shorthoodnya dan bodi yang lebih panjang. Lokomotif ini dipesan oleh PJKA dari pabriknya General Motor Kanada khusus untuk dinasan angkutan batubara. Hingga tahun 2008, PT KAI memiliki CC202 sebanyak 48 unit yang keseluruhannya adalah dipo induk Tanjung Karang (TNK).

Loko CC202 ini satu-satunya generasi lokomotif yang hanya diperbolehkan berjalan di lintasan jalan rel Sumatera Selatan, karena disana kekuatan tekanan gandarnya telah mencapai 18 ton, setara dengan beban satu gandar roda CC202 yang mencapai 18 ton. Tujuan dari beban gandar 18 ton dan panjang lokomotif lebih dari rata-rata di kelasnya, adalah untuk menunjang jumlah gerbong KKBW batubara yang mencapai 45  gerbong lebih dalam 1 rangkaian KA. Kekuatan tarikan 1 unit CC202 itu sendiri sebenarnya mampu menarik hingga 40 gerbong, namun untuk efisiensi operasional lokomotif, setiap hari KA yang dikenal dengan nama Babaranjang ditarik oleh 2 lokomotif CC202 secara Multiple Unit (2 loko 1 kendali) dan posisi lokomotif saling membelakangi agar tidak perlu memutar lokomotif. Selain di divre 3 tidak memiliki turntable yang sesuai untuk CC202 (bahkan untuk lokomotif lain juga), juga CC202 hanya memiliki 1 meja kendali yang mengarah ke shorthood.

Di divre 3 memang ramai sekali lalulintas KA Babaranjang perharinya, baik isi maupun kosong. Sekali tarik panjang rangkaian mencapai 48 gerbong atau sekitar 1 kilometer. Tidak heran emplasemen stasiun disana memiliki spoor belok yang panjang-panjang. Setelah kehadiran CC204 di divre 3, CC202 tidak lagi mendominasi dinasan Babaranjang. Namun itu tidaklah lama, karena beberapa minggu CC204 berdinas Babaranjang dengan porsi rangkaian yang sama, suatu hari CC204 double traction mengalami derunning ketika akan berjalan lagi setelah mengalami tahanan sinyal masuk, sialnya posisi berhenti saat itu berada di kemiringan (tanjakan) sehingga tidak mampu untuk berjalan kembali. Babaranjang CC204 yang naas itu mampu melanjutkan perjalanan kembali setelah dilokpen oleh DT CC202 Babaranjang kosongan didepannya. Sekarang pun lok CC204 disana masih berdinas batubara, namun bukan lagi Babaranjang dan jumlah rangkaiannya lebih sedikit dari Babaranjang.

Spesifikasi teknis CC202
Identitas Produksi
Kode model loko___: -
Desain angkutan___: freight (barang batubara)
Dimensi
Lebar sepur_______: 1067 mm
Panjang bodi______: 17678 mm
Jarak coupler_____: 18942 mm
Lebar bodi_______: - mm
Tinggi bodi_______: 3683 mm
Jarak gandar______: 3632 mm
Jarak pivot_______: 11404 mm
Diameter roda traksi: 1016 mm
Diameter roda idle__: - mm
Tinggi coupler_____: 759 mm
Berat kosong______: - ton
Berat siap________: 108 ton
Berat Adhesi______: 108 ton
Mesin dan converter
Tipe mesin________: GM 645 E, 16
Jenis____________: 2 tak
Daya output_______: 2250
Daya ke converter__: 2000 hp
Jumlah traksi motor_: 6
Tipe traksi motor___: D-29, AC
Rasio roda gigi_____: 63:14
Tipe converter_____: AR 6 QAD-D14, AC
Kemampuan
Kecepatan maksimum: 80 kmh
Adhesi maksimum___:22680 Kgf
Kecepatan kontinu__: 14 kmh
Radius terkecil_____: 80 m
Kapasitas
Bahan bakar______: 3800 lt, HSD
Pelumas mesin____: 920 lt
Radiator_________: 832 lt
Pasir____________: 340 lt
Sistem rem
Tipe sistem rem___: udara tekan, dinamik, parkir
Tipe kompresor___: WBO, Gardner Denver


Referensi: "LOKOMOTIF DAN KERETA REL DIESEL DI INDONESIA edisi 2 (Ir. Hartono AS, MM)"

Friday, 20 July 2012

Alokasi & Tahun Rakit BB 200

ID LokoNomor AlayAlokasiTahun Rakitan
BB20001(-)Dipo Induk 1958
BB20002(-)Dipo Induk 1958
BB20003(-)Dipo Induk 1958
BB20004(-)Dipo Induk 1958
BB20005(-)Dipo Induk 1958
BB20006(-)Dipo Induk 1958
BB20007(-)Dipo Induk 1958
BB20008(-)Dipo Induk 1958
BB20009(-)Dipo Induk 1958
BB20010(-)Dipo Induk 1958
BB20011(-)Dipo Induk 1958
BB20012(-)Dipo Induk 1958
BB20013(-)Dipo Induk 1958
BB20014(-)Dipo Induk 1958
BB20015(-)Dipo Induk 1958
BB20016(-)Dipo Induk 1958
BB20017(-)Dipo Induk 1958
BB20018(-)Dipo Induk 1958
BB20019(-)Dipo Induk 1958
BB20020(-)Dipo Induk 1958
BB20021(-)Dipo Induk 1958
BB20022(-)Dipo Induk 1958
BB20023(-)Dipo Induk 1958
BB20024(-)Dipo Induk 1958
BB20025(-)Dipo Induk 1958
BB20026(-)Dipo Induk 1958
BB20027(-)Dipo Induk 1958
BB20028(-)Dipo Induk 1958
BB20029(-)Dipo Induk 1958
BB20030(-)Dipo Induk 1958
BB20031(-)Dipo Induk 1958
BB20032(-)Dipo Induk 1958
BB20033(-)Dipo Induk 1958
BB20034(-)Dipo Induk 1958
BB20035(-)Dipo Induk 1958

Karena informasi yang didapat kurang memadai, silahkan tambahkan informasi mengenai alokasi terakhir dari daftar alokasi lokomotif BB200 pada kolom komentar di bawah ini.

Wednesday, 18 July 2012

CC201

CC20122 ketika melayani dinasan KLB railfans
Belanda dari Malang
CC201 merupakan lokomotif genereasi kedua setelah CC200 yang telah ada sebelumnya. Dibuat pertama pada tahun 1977 dengan jumlah 28 unit, lokomotif CC201 menjadi tipe lokomotif diesel elektrik tertua kedua yang dimiliki PT KAI. Seiring perkembangan teknologi lokomotif dan perkembangan era teknologi global yang mengacu ke teknologi komputerisasi, pada tahun 2003 sebanyak 7 unit CC201 original dimodifikasi menjadi CC204 dengan menanamkan microcomputer Sirius BrightStar (R).

Menurut sejarah pembuatannya, CC201 berasal dari 2 jenis loko yang berbeda, namun hampir sama, yaitu CC201 yang "asli" dan CC201 modifikasi dari tipe BB203 (spesifikasi fisik, mesin, dan pabriknya sama, hanya beda sistem penggeraknya saja yang berbeda). CC201 hasil modifikasi BB203 dapat diketahui dari plat spesifikasi yang ada di sebelah kanan kabin.


Spesifikasi teknis BB202

Identitas Produksi
Kode model loko___: GE U18C
Desain angkutan___: universal (barang dan penumpang)
Dimensi
Lebar sepur_______: 1067 mm
Panjang bodi______: 14134 mm
Jarak coupler_____: 15214 mm
Lebar bodi_______: 2642 mm
Tinggi bodi_______: 3636 mm
Jarak gandar______: 3505 mm
Jarak pivot_______: 7680 mm
Diameter roda traksi: 914 mm
Diameter roda idle__: 914 mm
Tinggi coupler_____: 770 mm
Berat kosong______: 78 ton
Berat siap________: 84 ton
Berat Adhesi______: 84 ton
Mesin dan converter
Tipe mesin________: GE 7FDL8
Jenis____________: 4 tak, turbocharger
Daya output_______: 1950 hp
Daya ke converter__: 1825 hp
Jumlah traksi motor_: 6
Tipe traksi motor___: 5GE761A19
Rasio roda gigi_____: 93:18
Tipe converter_____: 5GTA11, self blown
Kemampuan
Kecepatan maksimum: 120 kmh
Adhesi maksimum___: 17640 Kgf
Kecepatan kontinu__: 24 kmh
Radius terkecil_____: 56,7 m
Kapasitas
Bahan bakar______: 3028 lt, HSD
Pelumas mesin____: 984 lt
Radiator_________: 682 lt
Pasir____________: 510 lt
Sistem rem
Tipe sistem rem___: udara tekan, dinamik, parkir
Tipe kompresor___: WBO, Gardner Denver




Referensi: "LOKOMOTIF DAN KERETA REL DIESEL DI INDONESIA edisi 2 (Ir. Hartono AS, MM)"