Wednesday, 12 February 2014

Jalur Mati KA: Tracking Tulungagung-Trenggalek Part 2

Percabangan Tulungagung dulunya

Hari ini, 12 Februari 2014, saya menjelajahi lagi jalur mati Tulungagung-Trenggalek-Tugu. Treking episode 2 ini saya lakukan karena saya masih penasaran dengan beberapa ruas jejak bekas jalur KA dari Tulungagung hingga Tugu di Trenggalek yang dulu belum sempat saya jajaki ketika penjelajahan yang pertama. Penjelajahan kembali ini sudah saya rencanakan sejak lama, beruntung saya mendapatkan informasi dari seorang bapak bernama Sonny yang memiliki sedikit pengalaman dengan jalur di Trenggalek. Beliau memberitahu bahwa ada 1 hingga 2 lokasi ditemukannya bukti peninggalan jalur KA yang sudah puluhan tahun hancur. Katanya sih bekas pondasi jembatan besar di kota Trenggalek dan sebuah tugu pembatas tanah KA yang bertuliskan SS.
Jembatan besi eks jalur mati TA-TLK

Saya lihat ke langit tak nampak mendung pekat. Mumpung cuacanya cerah, jadi saya bergegas berangkat dengan hanya membawa tas berisi beberapa buku tentang KA, kamera, dan air minum serta peralatan seadanya yg lain. Awalnya saya hendak berangkat bersama Pak Edy Sumartono dan Pak Sonny, tapi mendadak Pak Edy sedang sakit dan Pak Sonny yang berdomisili di Trenggalek. Akhirnya saya kembali menjelajah sendiri, padahal setengah jam sebelum berangkat sudah saya tawarkan melalui status FB barangkali ada RF sekitaran Tulungagung yang minat ikut, ternyata tak mendapat respon yang berarti.

Perjalanan langsung saya awali dari PJL 248 Tulungagung, dimana tak jauh dari situ terdapat jembatan besi berwarna oranye pudar bekas jembatan KA. Inginnya saya mendokumentasikannya sejenak, tapi ada beberapa orang yang beraktifitas didekat jembatan membuat saya sungkan sendiri, jadi saya memfotonya sambil berlalu saja.
Bekas rel jalur mati TA-TLK
Bekas rel jalur mati TA-TLK
Saya teruskan berkendara ke arah selatan. Tak jauh dari jembatan tadi di perempatan kedua saya takjub ketika saya menemukan 2 batang rel ukuran R25 yang sudah berkarat tergeletak di pinggir jalan depan tempat penjual bambu, padahal selama ini saya tidak pernah menemukan batangan rel yang muncul atau terpendam jalan yang ada di sekitar sana yang ada pasar pringnya (batangan bambu). Kalau dilihat nampak rel tersebut merupakan bagian dari wesel. Tapi wesel mengarah kemana ya?? Apa mungkin dulu ada jalur yang menuju Nirwana Plasa yang berdasarkan informasi sejarah dulunya Nirwana Plasa merupakan pabrik minyak gorengnya kumpeni??
Eks railbaan di Jepun
Lanjut ke selatan, di perempatan Plasa Nirwana masih nampak 2 batang rel yang tertanam di trotoar. 2 batang rel yang ada di perempatan kecil depan gerdu kamling belakang Plasa Nirwana juga masih ada.Kalau dulu saya langsung keluar menuju jalan raya jurusan Boyolangu, kali ini saya masuk ke gang yang ada di sebelah pos kamling tadi. Tak menyangka ternyata jalan tersebut bukan gang buntu. Sepanjang jalan di gang, tidak ditemukan bukti-bukti peninggalan jalur KA, hanya deretan rumah permanen. Gang tersebut mentog di sebuah pertigaan yang didepan mulut gang ada sebuah tanah kosong, saya belok ke kanan dan keluar di jalan raya.
Eks railbaan di Jepun
Eks railbaan di Beji
Eks railbaan di Beji
Eks railbaan di Beji
Eks railbaan di Beji
Sepanjang perjalanan tidak ada hal baru kecuali situs-situs yang dulu pernah saya jumpai di jalur Tulungagung hingga Campurdarat. Hanya saja saya melihat ada sebatang besi yang menancap di sudut perempatan berlampu traffic light di Boyolangu, besi tersebut mirip seperti pengait kawat yang menahan tiang telegrap di lintas-lintas aktif. Sayang sekali saya terlalu ragu, sehingga saya tidak mengambil foto batangan besi itu.

Pondasi eks jembatan kecil di Boyolangu
Jembatan Boyolangu
Menara air kecil di eks stasiun campurdarat
Perjalanan hingga Campurdarat masih sama seperti penjelajahan yang pertama, namun perjalanan kali ini saya lebih mblusuk ke desa-desa dan perkampungan.Sebelum sampai di pasar Bandung, dari SDN 1 Sambitan, 300 meter ke barat saya belok kanan menuju MTS Al Huda kemudian belok kiri (ke barat) di perempatan kecil utaranya MTS. Sebenarnya keputusan saya belok ke jalan itu tidak tepat, sembari mengetik artikel ini saya preview kembali rute perjalanan saya di wikimapia.org. Pakai googlemaps bisa juga sih...
Lengkung railbaan di Bandung
Ujung utara di lengkung Bandung

Seharusnya saya berkendara lebih ke barat lagi dan berbelok ke gang yang ada sekitar 200 meter dari pertigaan MTS Al Huda, karena railbaannya yang menjadi jalan kampung bisa ditelusuri mulai gang tersebut. Ya sudahlah, terlanjur masuk jadi saya teruskan saja.
Dari jalan yang saya telusuri tadi dari MTS, saya sampai di perempatan jalan dimana posisi jalannya serong, saya belok kanan. Benar saja, melihat posisi jalannya yang melengkung jauh, tak salah lagi itulah eks railbaan.
Railbaan berpaving
Railbaan makadam di tengah sawah
Railbaan ada di kiri jauh jalan ini
Keluar ke jalan raya menuju Durenan, saya masuk di pertigaan sebelum ponpes Miftahul Ulum ke perkampungan lagi. Setelah masuk ke jalan kampung itu, saya menjumpai pertigaan lagi dan saya belok ke kanan. Kembali saya menyusuri jalan eks railbaan KA. Jalan itu lurus ke utara dan sudah berpaving, tapi tak jauh sesampainya di persawahan jalannya berubah menjadi trek makadam, berbatu-batu dan beberapa becek. Ngeri sekali apalagi jauhnya hingga setengah kilometer, saya cuma bisa melaju tak kurang dari 5 kpj, kalau di KA itu kecepatan berjalan dibawah semboyan 2C. Tiba di penghujung jalan makadam, jalannya sudah mendingan lagi. Saya terus melaju ke utara, sampailah saya di sebuah SD. Sesaat saya merasa “tidak sopan” karena saya masuk ke halaman sekolah tanpa ada keperluan. Nah, loh?

Railbaan di SDN 2 Ngadisuko
SD yang saya jumpai adalah SDN 2 Ngadisuko, sekolah itu berada terpisahkan oleh jalan desa alias bekas railbaan. Tapi apakah mungkin dulu SDN 2 Ngadisuko ini bekas perhentian? Sayangnya tak ada informasi sama sekali yang bisa sedikit menerangkannya. Sesaat saya berhenti di sekolah itu, saya lanjut ke utara. Sedikit jauh jalannya beraspal melewati 1 perempatan dan 1 pertigaan. Dari kejauhan saya lihat jalannya habis, berganti menjadi sawah berlatarkan pemandangan perbukitan Wilis yang tinggi. Jalannya membelok ke kanan. Saya ikut belok ke kanan, tapi di kejauhan saya lihat kok jalannya semakin habis?? Yasalam... Daripada saya berspekulasi yang akhirnya membuat saya terjebak, lebih baik saya kembali saja ke perempatan yang terakhir dan menuju ke timur. Akhirnya saya selamat dan menemukan jalan desa yang sepertinya baru dibangun dan saya keluar di jalan raya Tulungagung-Trenggalek.
Pondasi jembatan kecil di Pogalan
Railbaan di Pogalan

Terus ke barat di jalan raya TA-TLK, sampai saya di jembatan Pogalan, Bendorejo. Saya berhenti di jembatan itu karena di samping selatannya pas itu ada tiang pondasi jembatan KA. Sejenak agak lama saya berhenti untuk mencari jalan ke bawah, ternyata ada jalannya yang cukup untuk 1 sepeda motor, akhirnya saya turun untuk memotret sejenak. Selesai itu saya lanjutkan perjalanan ke kota Trenggalek. Saat saya melewati desa Karanggayam, saya teringat dengan penuturan Pak Sonny yang katanya ada pondasi jembatan besar-besar di desa Karanggayam. Saya sms beliau dan mengabarkan bahwa saya sedang di Trenggalek, tapi beliau tidak membalas sms saya.
Pilar tengah jembatan di Bendorejo
Pondasi tepi jembatan di Bendorejo
Pilar tengah eks jembatan di Bendorejo
Pilar tengah jembatan di Bendorejo
Pondasi pangkal jembatan di Bendorejo
Mungkin beliau sedang jam kerja jadi saya melewati saja kesempatan itu. Kalau menelisik kembali lewat wikimapia.org, lokasi jembatan berada di selatan situs pondasi jembatan yang ada di pinggir jalan raya yang mengarah ke kantor Badan Kepegawaian Trenggalek. Tapi dari jalan itu yang terlihat hanya hamparan sawah dan rimbunan pohon di kejauhan, padahal dibaliknya ada sungai besar yang tak terlihat dari jalan.Tapi kalau saya melihat di lokasi, hanya nampak hutan di tepi sawah dan tak ada jalan kesana. Yah, lain kali ditelusuri kembali bersama beberapa orang, kalau sendirian saja takut nyasar, apalagi badan cepet lelah dan mengakibatkan saya jadi mengantuk di jalan, bahaya sekali...
Pondasi jembatan sedang di pinggir kota Trenggalek

Langsung ke situs pondasi jembatan yang ada di sebelah jalan menuju kantor Badan Kepegawaian Trenggalek. Entah apa karna dulu pas pertama treking itu mata saya agak rabun, hehehe, tapi sekarang saya merasa pondasi jembatannya lebih dekat lagi ke tepi jalan. Terlihat dengan lebih jelas lagi kalau itu pondasi jembatan KA. Tak berpikir lama saya langsung meluncur ke kecamatan Tugu, tepatnya di SMPN 1 Tugu, lokasi eks Stasiun Tugu berada, karena sinar matahari makin panas saya mempercepat perjalanan ke SMPN 1 Tugu. Tak berapa lama saya tiba di SMPN 1 Tugu, saya langsung menelisik ke jalan di belakang sekolah. Ternyata di belakang sekolah itu merupakan area parkir siswa dan mushola sekolah, tapi di sana sama sekali tak terasa aura bekas stasiun. Tak ada benda peninggalan stasiun yang saya jumpai disana. Hanya ada suasana jadul saat melewati parkiran, mungkin karena tempat parkirnya seperti tak terawat dan sedikit kumuh. Tak sampai satu menit saya disana, saya rasa sudah cukup tak ada lagi yang bisa saya telusuri jadi saya pilih pulang saja.
SMPN 1 Tugu, jaman dulu
sekolah ini adalah stasiun Tugu
Emplasemen eks stasiun Tugu

Sekian artikel saya, di lain waktu saya akan menelisik lagi jalur ini dengan Pak Edy dan Pak Sonny tadi.



Update 02 Oktober 2015
Menanggapi informasi yang masuk di media komentar, hari ini saya sempatkan untuk menelisik kembali lokasi-lokasi yang terlewatkan. Berikut hasil penelusuran update saya..
Railban ini yang lokasinya terdekat dengan pertigaan ngetal
Railbaan selatan SMA 2 Trenggalek
Hadap selatan jadi jalan desa
Railbaan selatan SMA 2 Trenggalek
Hadap utara jadi jalan desa
Di depan SMA 2 Trenggalek, menghadap utara

Utaranya SMA 2 Trenggalek, menghadap selatan

Utaranya SMA 2 Trenggalek, menghadap utara


Pondasi jembatan kali ngasinan

Pondasi jembatan kali ngasinan
ditumbuhi pohon besar


Sepasang pondasi jembatan kali ngasinan
Utara dan selatannya kali

Railbaan yg jadi jalan alas
Dekat pondasi jembatan membelakangi kali

Railbaan yg jadi jalan alas
Dekat pondasi jembatan hadap kali
Baca juga post sebelumnya di Jalur Mati: Tracking Tulungagung-Trenggalek Part 1

31 comments:

  1. pondasi di belakang BPN trenggalek itu lurus ke selatan melewati sungai ngasinan railbannya didepan SMA 2 trus lurus keselatan sampai utara pertigaan ngetal sekarang semua jadi jalan kampung. eks stasiun trenggalek sekarang jadi alga swalayanlurus ke timur barat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alga Swalayan itu di jalan apa ya, pak?

      Delete
    2. Pak, semua bekas jalur setelah eks jembatan di kali ngasinan sampai pertigaan ngetal...bisa dilewatin sepeda motor gak?

      Delete
  2. Pondasi ngasinan juga msih ada bang, klo mau blusukan masuk pekarangan warga (arahnya lurus jalur SMA 2)
    Trus yng di wilayah tugu itu ada 4 pondasi kecil 2 masih utuh, masuk jalur desa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah menarik nih, tapi saya belum tau dimana SMA 2 Trenggalek itu..
      Kira-kira itu pondasi bekas apa ya? Letaknya dimana? Saya pernah lewat di belakang SMP Tugu itu gak nemu apa-apa..

      Delete
    2. Oo... yaa.. yaa.. Sungai Ngasinan itu yang sebelum masuk Kota ya? Di selatan e Jalan Brigjen Sutran -tempat 2 pondasi jembatan KA- itu... Tapi saya tak tau jalannya kesana, lain kali kalo ada waktu saya kesana lagi deh.. Dari SMA 2 itu ke utara sampai eks jembatan ada jalannya gak ya?

      Delete
    3. maaf mas ya kalo dilihat dari foto2nya, bekas jembatan di bendorejo dan railban ngetal itu bekas kereta lori pabrik gula mojopanggung.
      waktu kecil masih menyaksikan kereta lori angkut tebu dari ngetal dan bendorejo ke mojopanggung.

      Delete
    4. anale sao, mungkin bisa jadi, tapi sepengetahuan saya jembatan lori itu jauh sedikit lebih kecil pondasinya karena bobot lori juga tidak terlalu besar. untuk pengetahuan, rel KA biasa 1067mm, kalo lori tebu 700mm coba ndan anale sao cek ulang, dengan dimensi dudukan jembatan yang ada apa tidak terlalu besar untuk lebar rel hanya 700mm?
      kalo mau bandingkan saja pondasi jembatan di Bendorejo (bagian duduk untuk rangka jembatan di kepala pondasi) dengan pondasi jembatan lori tebu yang ada di dekatnya pertigaan jurusan Durenan...

      Delete
  3. Klo jembatan kereta di bendorejo itu ada 2, yang difoto itu pondasi ss tram ada lagi yang di utara jembatan jalan raya ada jembatan lori yang bisa dilalui sepeda, namun sudah dibongkar karena pembangunan jembatan baru sekitar tahun 2003, jembatan bendo dulu waktu saya SD tidak setinggi sekarang hampir sejajar dengan jembatan kereta, jadi kalo ke arah tulungagung di sisi utara jembatan bisa melihat orang lalu lalang melewati jembatan lori

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya tidak tahu kalo ada jembatan lori tebu, dari Mojoagung kan ya? Kayak di dekat pertigaan Durenan. Saya konsen dengan jalur mati KA StaatSpoorwagen..

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. salut dehhh....
    jadi tahu.
    rmh sya campurdarat, dekat tugu pengisian air lokomotif KA

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti belakangnya pasar campurdarat ya pak?

      Delete
  6. Jadi kangen dan tahu detail tentang trenggalek (Wonocoyo, Pogalan), walaupun si embah ku udah wafat,tapi trenggalek tetap di hati ku,long time no visit...Suwun info nya Mas Edy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih kembali.. sama-sama pak X.. senang rasanya bisa berbagi nostalgia :D

      Delete
  7. https://drive.google.com/file/d/0B6bDX8IbS7wcYzcxUkg4ZWo1dTZTb3NHRFphVTRCR3Y2VUFN/view

    Ini gambar bekas pondasi jembatan setelah pertigaan ngetal yang berada di tengah sawah

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk ukuran KA konvensional, sepertinya terlalu kecil itu?

      Delete
  8. Mas Edy di tunggu xplore selanjutnya di wilayah Trenggalek dsktrnya...salam kenal Nanda dari jakarta (Railfans pemula)

    ReplyDelete
    Replies
    1. enggihh terimakasih supportnya mas Nanda. salam semboyan 35 dari Tulungagung Ingan Daya

      Delete
  9. Saya salah satu warga yg tinggal dekat SDN 2 NGADISUKO. Ternyata slama ini hanyalah tracking atau napak tilas to. Saya kira pemerintah benar2 akan menghidupkan kembali jalur mati kereta api tulungagung trenggalek dmi kemajuan transportasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah, napak tilas oleh saya telah mendapatkan respon positif dari dinas perhubungan Kabupaten Trenggalek, berita terbaru yang saya dapatkan reaktifasi jalur ini telah menunjukkan proses administratif yg lebih lanjut.

      Delete
  10. kmarin komen disini byk tp kok hilang ya... pdhal udah capek2 nulis...

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf saya juga kurang mengetahui, saya gak pernah hapus post komentar yang memang tidak mengganggu atau adanya repost. kalau ada repost, biasanya saya hapus post yang lama/tidak lengkap.

      Delete
  11. Ada lagi mas bekas pondasi jembatan di timur kodim trenggalek sekitar 100 meteran belakang rumah warga pas yg ada jalan kecil menuju sawah... Deket rumah saya itu mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. oiya? insya Allah suatu hari saya tengok kesana. makasi infonya..

      Delete
  12. Dari foto-fotonya kayaknya peninggalan jalur menuju Trenggalek udah sulit banget buat dinapak tilas ya..
    Salut msaih bisa napak tilas dengan kondisi jalur rel yang sekarang sudah tidak bisa dikenali lagi bahwa dulunya merupakan jalur rel...

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, sudah sangat sulit dikenali karna 80% jadi pemukiman permanen, sekolah, kantor, fasum, sebagian jadi jalan desa dan hilang jadi sawah.

      Delete
  13. Mas, nggak kepingin ke Tugu lagi? Masih ada 3 bekas jembatan di desa Winong dan Banaran, antara Trenggalek Tugu yang mungkin perlu njenengan pirsani. Nanti bisa tak temenin blusukan.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kepingin sih, tapi belum ada waktu yang baik..

      Delete
    2. by the way, apakah salah 1 bekas jembatannya ada di jalan desa, dekat jembatan jalan kecil di titik koordinat 08°02′06.7″S 111°39′17″E ?

      Delete
    3. Betul. Dan kl 500 m ke arah Timur bisa ditemui bekas jembatan kecil, kemudian ke Timur lagi ada bekas jembatan besar di sungai Prambon.

      Delete

Ada pertanyaan, keluhan, sanggahan, kritik, atau pesan-pesan lainnya, tinggalkan komentar Anda dibawah ini. Terima kasih