Sunday, 24 April 2011

Beauty on Ambarawa's Locomotive Heritage

PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, bekerjasama dengan Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), dan Komunitas Pencinta Fotografi mengadakan lomba fotografi dengan tema “Beauty on Ambarawa's Locomotive Heritage”. Kegiatan ini diadakan bertepatan dengan rangkaian acara peringatan 107 tahun lokomotif B2503 melayani jalur Ambarawa – Bedono pada Sabtu (23/4).

Vice President Daop 4 Semarang, M. Soleh Kosasih menyiramkan air sebagai pertanda dimulainya kegiatan  Beauty on Ambarawa's Locomotive Heritage
Lomba yang diikuti oleh 67 fotografer berasal dari daerah sekitar Ambarawa serta dari beberapa daerah lainnya, dimulai pada pukul sembilan pagi dengan tiga sesi pemotretan, yang dibuka oleh Vice President (VP) Daop 4 Semarang, M. Sholeh Kosasih. Dalam masing-masing sesi pemotretan ini, peserta diberikan kesempatan untuk menggunakan kesempatan sebaik mungkin dalam mengambil gambar foto dengan memadukan antara model yang telah disediakan oleh penyelenggara, tentunya lokasi dan waktu yang telah ditentukan. Pengambilan gambar foto ini dilakukan di sekitar Museum Kereta Api Ambarawa dan Stasiun Tuntang. Di acara ini, juga turut dihadiri oleh Direktur Personalia dan Umum PT. KAI, Joko Margono serta Direktur Keselamatan dan Keamanan, Rono Pradipto.

Para fotografer diberikan kesempatan untuk memadukan foto antara ke tujuh model dengan lokasi yang telah ditentukan oleh penyelenggara.

Cuci Lokomotif B2503
Masih dalam kegiatan yang sama, pada saat sebelum dimulai lomba fotografi, para anggota IRPS melakukan kegiatan mencuci lokomotif B2503. Pencucian ini sebagai tanda dimulainya kegiatan refleksi 107 tahun lokomotif ini. Dengan dibantu oleh tim dari Dipo Traksi Ambarawa, tempat disimpannya lokomotif B2503, pencucian hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam.(Humaska)


Anggota IRPS yang dibantu tim dari Dipo Traksi Ambarawa menyuci lokomotif B2503 sebagai tanda penghargaan pada lokomotif ini yang telah melayani selama 107 tahun jalur Ambarawa - Bedono.

Sunday, 17 April 2011

Lokomotif Baru Siap Perkuat Armada PT. KAI

Kehandalan sarana guna menunjang layanan yang prima harus terus dimiliki oleh perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi. PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa transportasi, baik orang maupun barang, juga turut berupaya pula menjaga kehandalan sarana yang dimilikinya. 


Lokomotif baru dengan nomor seri CC 2041112 (CC20432) dan CC2041113 (CC20433) diuji coba dengan menarik rangkaian maksimum dari Stasiun Bandung ke Stasiun Ciawi PP.

Sepuluh lokomotif baru dengan tipe CC 204 akan perkuat armada angkutan PT. KAI pada medio bulan Juni dan Juli ini. Lokomotif yang dipesan dari General Electric ini merupakan bagian dari investasi 20 lokomotif dengan tipe yang sama pada tahun 2010. Sehingga jumlah total lokomotif yang dimiliki oleh PT. KAI yang akan melayani para pengguna jasa kereta api (KA) berjumlah 391 unit. Sedangkan di tahun ini, PT. KAI berencana untuk menginvestasikan 144 lokomotif baru dengan alokasi penempatan 100 lokomotif di pulau Jawa dan 44 Lokomotif di pulau Sumatera.


Lokomotif baru ini akan digunakan di Divre 3 Sumatera Utara

Dari sepuluh lokomotif ini, enam diantaranya sedang dalam proses sertifikasi kelaikan sarana yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan sebagai regulator. Dalam proses uji untuk mendapatkan sertifikasi tersebut, selain dilakukan oleh regulator, PT. KAI sebagai operator bersama-sama menguji kehandalan sarana yang akan dipergunakannya. Sedangkan, sisa empat lokomotif masih berada dalam proses perakitan di GE Lokindo yang berada di Madiun.

Untuk mendapatkan sertifikasi kelaikan sarana, masing-masing lokomotif mesti diuji dua macam tes, yaitu tes statis dan tes dinamis. Dalam tes statis, lokomotif diperiksa seluruh dimensinya, serta dilakukan uji berbagai macam fungsi yang dimiliki lokomotif. Untuk tes dinamis, lokomotif diuji kemampuan untuk berakselerasi, serta seberapa jauh lokomotif itu untuk segera berhenti. Seperti yang dilakukan pada lokomotif dengan nomor seri CC 204112 dan CC 2041113 pada Jumat (17/4).


Tim penguji kelaikan sarana dari Direktorat Jenderal Perkeretapian Kementerian Perhubungan serta PT. KAI menguji performansi dan durabilitas masing-masing lokomotif

Dijelaskan oleh Vice President (VP) Public Relations PT. KAI, Sugeng Priyono, armada lokomotif baru ini pengujiannya dilakukan di PT. INKA dan Daerah Operasi (DAOP) 2 Bandung. “Untuk uji statis, kami melakukannya di PT. INKA, sedangkan uji dinamis dilakukan pada lintas Stasiun Bandung menuju Stasiun Ciawi pulang pergi. Sengaja kami melakukan pengujian di lintas ini, karena karakteristik jalan relnya yang  memiliki tanjakan dan turunan curam, serta tes akselerasi pun bisa dilakukan pada jalur-jalur lurus,” ujar Sugeng.


Thermometer gun pun digunakan untuk mengukur suhu dari bantalan as roda. Ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat gangguan selama pengujian berlangsung.

Rencananya, sepuluh lokomotif ini akan digunakan untuk Divisi Regional (Divre) 3 Sumatera Selatan. Sedangkan untuk menghadapi angkutan lebaran 2011, armada lokomotif dan kereta sudah dipersiapkan di beberapa Balai Yasa serta Dipo guna perawatan akhir. (Humaska)

Wednesday, 16 February 2011

EKSPRESI KERETA BATIK, SAMBUT WONDERFUL INDONESIA 2011

Jumat, 20 Mei 2011 di Stasiun Gambir Jakarta, PT KERETA API INDONESIA (PERSERO) kembali meluncurkan kereta motif batik sebagai salah satu wujud dukungan dan kepedulian terhadap branding Pariwisata Indonesia wonderful Indonesia khususnya wonderful culture yang diapresiasikan melalui kereta bermotif batik.

Kereta bermotif batik ini sebelumnya telah diluncurkan PT KAI (PERSERO) di Daerah Operasi 2 Bandung dan sekaligus mendapat sertifikasi MURI pada 15 Februari lalu, pada kesempatan ini dua kereta bermotif batik diresmikan oleh Menteri Kebudayaan & Pariwisata, Jero Wacik dan disaksikan oleh Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar yang didampingi oleh Direktur Utama PT KERETA API INDONESIA(PERSERO) Ignasius Jonan di Stasiun Gambir Jakarta. 
Direktur Utama PT. KAI, Ignasius Jonan (kedua kanan) menyerahkan cinderamata yang berupa lokomotif uap yang dihiasi motif batik kepada Menteri Negara BUMN, Mustafa Abu Bakar (kedua kiri) dan juga kepada Menteri Kebudayaan & Pariwisata, Jero Wacik (kiri).
Adapun dua kereta bermotif  batik tersebut akan dirangkai pada KA Argo Jati (Jakarta-Cirebon pp.) yang bermotif batik ”Singa Barong” sebagai simbol persahabatan antar bangsa, dengan motif singa barong diharapkan kereta api menjadi sarana transportasi yang dapat melayani masyarakat dari semua kalangan dan dapat memberikan rasa aman, nyaman, menyenangkan, berkesan dan ramah lingkungan. Sedangkan KA Argo Lawu ( Jakarta-Solo pp.) bermotif batik ”Langlang Jagad” disimbolkan dengan tiga kekuatan hewan sakti yaitu Garuda merupakan hewan yang dapat terbang cepat dan berpenglihatan tajam, Sancaka & Taksaka merupakan ular naga sakti yang selalu melindungi penunggangnya dari segala mara bahaya, Sembrani & Turangga merupakan kuda bersayap sebagai kendaraan para raja yang dapat melaju cepat dalam berbagai cuaca. Dari gabungan tersebut diharapkan PT KAI (PERSERO) dapat memberikan layanan dalam berbagai situasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  Menteri Negara BUMN, Mustafa Abu Bakar menggunting tali guna membuka tirai kereta batik yang siap diberangkatkan disaksikan oleh Menteri Kebudayaan & Pariwisata, Jero Wacik dan Direktur Utama PT. KAI, Ignasius Jonan.

Direktur Utama PT KAI (Persero), Ignasius Jonan mengatakan bahwa kreasi kereta bermotif batik ini, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan, selain itu kereta api juga memiliki potensi untuk  ikut serta mempromosikan pariwisata Indonesia 2011 terkait branding wonderful Indonesia dan ini diharapkan dapat terjadi sinergi yang harmonis antar transportasi kereta api dan industri pariwisata nusantara khususnya Jawa dan sumatera, ujar Jonan.
Menteri Kebudayaan & Pariwisata, Jero Wacik (kedua kanan) beserta Ibu, Menteri Negara BUMN, Mustafa Abu Bakar (kedua kiri) dan Direktur Utama PT. KAI, Ignasius Jonan (kiri) mencoba merasakan interior kereta makan untuk Argo Lawu yang juga dihias dengan motif batik.

“Upaya untuk meningkatkan pelayanan tidak hanya sampai disini, ke depan untuk masing-masing jurusan kereta api akan memiliki rangkaian kereta bermotif batik, ini merupakan kepedulian PT KAI dalam melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia, dengan harapan Kereta Api juga bisa menjadi sarana “Galeri Batik Berjalan” sehingga semua lapisan masyarakat dapat menikmati Kreasi Kereta Batik,“ ujar Direktur Komersial PT KAI (Persero), Sulistyo Wimbo Hardjito.
Menteri Kebudayaan & Pariwisata, Jero Wacik memberangkatkan KA Argo Jati yang dirangkaikan dengan dua kereta makan yang dihias dengan motif batik disaksikan oleh Menteri Negara BUMN, Mustafa Abu Bakar.
Untuk mendukung transportasi ke destinasti wisata, PT KAI (PERSERO) mempunyai jaringan layanan kereta wisata dan KA reguler yang terjadwal dengan kapasitas angkut yang pasti di Jawa dan Sumatera. Selain itu Stasiun kereta api juga memiliki fasilitas layanan penunjang yang diperlukan penumpang, seperti area parkir, ruang tunggu dan fasilitas lainnya, seperti infrastruktur informatika yang memadai seperti On-line, Hot spot, agen penjualan tiket dan Contact Center 121, demikian Wimbo menambahkan. (humaska)

Courtesy: www.kereta-api.co.id
 

Wednesday, 24 November 2010

Dunia RAILFANS

Bagi yang ingin mengetahui dunia pecinta kereta api atau railfans (masih awam), perlu untuk membaca ini.

# SEKILAS

    Dunia RAILFANS adalah sebuah forum perkumpulan sosial yang menghimpun orang-orang (manusia-manusia), dimana masing-masing memiliki kecintaan terhadap moda transportasi KERETA API, agar memiliki ciri identitas yang mudah untuk dikenali dan dibedakan, para pecinta kereta api menamakan atau menyebut dirinya sebagai RAILFANS. Dengan begitu terjadi sebuah interaksi yang positif antar penggemar atau pecinta kereta api (Railfans), seperti halnya orang-orang yang menggemari Formula 1, MotoGP, dan sepak bola. Railfans sebagai pecinta atau penggemar moda transportasi kereta api tidaklah sendiri, moda transportasi masal publik lainnya juga memiliki penggemar, salah satunya adalah "busmania" (penggemar kendaraan bus).

# ASAL-USUL

    Banyak orang bertanya-tanya; Apa sih yang menarik dari kereta api?  Kok bisa Anda begitu menyukai kereta api?  Memang sulit untuk menjelaskan semua itu, karena tidak banyak alasan logis yang dapat menjelaskan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Membutuhkan penjelasan-penjelasan yang memiliki keterkaitan dengan teori evolusi, karena memang kecintaan terhadap kereta api timbul sejalan dengan berjalannya waktu dan tidak sistematis, berbeda dengan jalan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang dapat diceritakan secara sistematis karena memiliki sumber-sumber yang jelas.

Momong cucu di stasiun dapat menumbuhkan jiwa railfans
     Kecintaan terhadap kereta api tumbuh "mendarah daging", mayoritas semenjak orang yang mengatasnamakan atau menyebut dirinya sebagai railfans masih muda atau kanak-kanak. Banyak faktor yang menyebabkan cinta terhadap kereta api tumbuh di hati, beberapa beralasan seperti karena sejak kecil rumah tinggal dekat jalan rel, sering diajak naik kereta api oleh sanak saudara. Tidak selalu kecintaan kereta api tumbuh sejak kecil, banyak juga diantaranya tumbuh ketika usia mulai dewasa, mungkin karena faktor pekerjaan dan bahkan karena faktor-faktor teknis mengenai bagian-bagian dari sarana-prasana kereta api. Ada juga orang-orang yang mencintai dunia kereta api berawal karena faktor empati, suka terhadap pelayanannya, keamanan, dan ketepatan waktunya.

# AKTIFITAS

Original photo by Edy Widiyanto
   Railfans memiliki banyak kegiatan, baik yang serius maupun yang santai. Namun, meskipun serius tetap saja selalu "fun". Kegiatan yang dilakukan biasanya kumpul-kumpul, nonton kereta lewat (lumayan bisa menghilangkan stres), jalan-jalan naik kereta, kongkow-kongkow, atau foto-foto.

     Ya. Foto-foto. Dunia railfans masih sangat dekat dengan unsur seni, terutama dengan seni fotografi. Dari dahulu sejak zaman "Mbah Ndo" hingga sekarang, kegiatan yang selalu menonjol adalah berfoto. Tapi bukan berfoto narsis! Meskipun banyak yang suka narsis, tapi di dunia railfans, objek foto yang paling utama adalah kereta api dan unsur-unsur lainnya yang masih berkaitan dengan kereta api. Entah barang yang lain, ataupun aktifitas manusia yang ada di sekitar kereta api.

     Dari kegiatan foto-foto ini (di dunia railfans kita menyebutnya hunting foto) banyak kebahagiaan yang dapat diraih. Saling berbagi hasil foto dan saling berlomba menghasilkan foto yang menarik adalah aktifitas yang memiliki kepuasan tersendiri.
# KOMUNITAS

Sunset di Stasiun Tarik, Mojokerto Original photo by Edy Widiyanto
     Railfans itu sendiri merupakan "komunitas", namun ada juga komunitas yang lebih spesifik untuk menghimpun para pecinta kereta api yang ada di suatu tempat atau daerah yang berdekatan atau satu daerah tertentu dengan skala kecil maupun besar. Biasanya komunitas dengan skala kecil terbentuk di kota-kota yang kecil, sedang, maupun besar. Komunitas skala besar biasanya komunitas tersebut mencakup daerah-daerah operasi kereta api bahkan mencakup sebuah provinsi. Misalkan saja sebuah komunitas yang saat ini ada di kota Surabaya, komunitas itu bernama Komuter (Komunitas Pecinta Keretaapi)
Catatan untuk railfans anggota Komuter yang kebetulan membaca, ini bukan promosi komunitas, hanya sebagai contoh untuk mereka yang tertarik dengan dunia railfaning.
     Komunitas Komuter memiliki basecamp di Stasiun Surabaya Gubeng. Komunitas railfans tersebut tidak terlalu nampak jika mereka sedang tidak mengenakan "seragamnya". Namun mereka sewaktu-waktu akan diketahui kala mereka sedang berkumpul kadang dengan seragamnya dan ketika ada kegiatan tertentu, seperti ketika ada posko lebaran, atau ketika ada penggalangan dana bencana alam, dan lain-lain. Komuter awalnya dapat dibilang taku-takut-berani, namun karena beberapa kali melakukan kegiatan besar positif dan sering mengirimkan proposal kepada pihak stasiun dan pihak daerah operasi 8 kereta api Surabaya, mereka mendapatkan otoritas atau hak dari pihak Stasiun Surabaya Gubeng sehingga mereka bebas melakukan kegiatan kumpul-kumpul di salah satu sudut Stasiun Gubeng, hingga akhirnya pihak keamanan stasiun pun mengetahui kebiasaan-kebiasaan mereka dan railfans-railfans lainnya, yaitu memotret kereta api (hunting).

# VISI-MISI

    Dunia RAILFANS memiliki unsur visi-misi yang biasanya terdapat pada suatu komunitas ataupun organisasi (meskipun dunia railfaning memiliki bentuk komunitas yang lebih spesifik) yang secara tidak langsung tertanam dalam diri masing-masing railfans. Visi-misi tidak selalu nampak menonjol , biasanya visi-misi railfans terwujud dalam bentuk keinginan dan komitmen.

VISI
"Mencintai dan ikut melindungi seluruh aset sarana-prasarana kereta api sehingga tercipta kepedulian untuk ikut membantu kinerja kereta api secara tidak langsung, dan menjadi motivator yang mendukung dan membela kelangsungan perjalanan hidup kereta api dan seluruh unsurnya berasaskan kerelaan"

MISI
1. Membangun rasa cinta kepada warisan sejarah
2. Meningkatkan kepedulian terhadap aset negara
3. Memberikan pelayanan atas dasar kerelaan

Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus Railfans

    UKM adalah sebuah bentuk komunitas sebagai wadah untuk para mahasiswa di suatu universitas atau sekolah tinggi yang ingin menambah wawasan atau meningkatkan kemampuan dan yang ingin menyalurkan minat dan bakatnya. Biasanya UKM yang dibentuk memiliki fokus aktifitas yang umum dikerjakan dalam kegiatan sehari-hari dan umum di masyarakat. Misalkan saja UKM olahraga (badminton, volly, futsal, renang, diving, dll), UKM hobi (fotografi, pecinta alam, dll), dan UKM-UKM yang lain, yang biasanya masih berhubungan dengan objek akademis tertentu. Tapi pernahkah terpikir ada UKM pecinta kereta api??

     Ya. Unik, aneh, dan "gak umum" pastinya, tapi memang telah diusulkan. Ide pembentukan UKM railfans ini hanya ada di kampus STIKOM SURABAYA. Ide ini dimunculkan oleh seorang mahasiswa STIKOM dari prodi Sistem Informasi 2009 yang akrab disapa Ari atau Dika. Ide membentuk UKM railfans muncul setelah diketahui banyak mahasiswa STIKOM SURABAYA yang berlatarbelakang kegemaran kereta api. Ide ini telah didiskusikan dan telah mendapatkan respon positif dari bagian kemahasiswaan, namun dibutuhkan keterangan-keterangan pendukung yang cukup untuk membantu pembentukan UKMnya, seperti adanya visi-misi, tujuan, dan program kerja yang jelas. Rencananya, UKM akan diberi nama RASTI dan dipelopori oleh mahasiswa STIKOM 2009 dan 2010.

     Untuk sekarang ini masih berupa ide, karena untuk mendirikan UKM sangat berat. Sementara waktu akan berdiri sebagai komunitas.